Cara Mudah Membuat MOL (mikroorganisme lokal)

Pengertian MOL (Mikro Organisme Lokal)

Dalam dunia pertanian organik ataupun non-organik, kita tentu sering mendengar istilah mol. Bagi sahabat pertanian yang masih awam atau yang baru menekuni dunia pertanian, MOL adalah singkatan dari Mikro Organisme Lokal. Adapun mikro organisme tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai starter (sarana) pembuatan pupuk organik, baik padat maupun cair. Mikro organisme disini biasanya adalah bakteri yang digunakan sebagai agen dalam proses fermentasi bahan-bahan tertentu. Bahan tersebut natinya akan di ubah oleh mikro organisme / bakteri tersebut sehingga bisa menjadi pupuk sebagai sumber nutrisi dari tumbuhan.

Manfaat / kegunaan MOL

Mempercepat proses pembuatan pupuk kompos
Bakteri atau mikro organisme yang dihasilkan dalam proses pembuatan MOL akan sangat bermanfaat untuk mempercepat pembuatan pupuk kompos. Proses pengomposan jerami, sisa kotoran hewan atau bahan lain akan lebih terbantu dengan menggunakan MOL ini.

Sumber nutrisi tumbuhan
Pada pembuatan MOL dengan menggunakan bahan tertentu akan menghasilkan bakteri / mikro organisme yang mampu mengikat nitrogen (N2) dari udara bebas dan mengubahnya menjadi amonia sehingga ketersediaan nitrogen dalam tanah tetap terjaga dan tanah tetap subur. Seperti sahabat ketahui, tumbuhan akan menyerap nitrogen (dalam bentuk amonia) dan memanfaatkannya sebagai nutrisi.

Sebagai biopestisida
Dengan menggunakan bahan tertentu, pembuatan MOL akan menghasilkan mikro organisme / bakteri yang membantu membunuh organisme pengganggu pertanian, semisal kutu atau hama. Bakteri ini akan menjadi patogen bagi kutu atau hama tersebut, sehingga membuat organisme pengganggu pertanian menjadi mati.

Sebagai penghasil hormon tanaman
Proses pembuatan MOL disamping menghasilkan bakteri yang berguna bagi tanaman, juga dapat di hasilkan beberapa hormon penting yang dibutuhkan oleh tumbuhan.

Cara pembuatan MOL

Berikut ini adalah beberapa metode pembuatan MOL dan bahan dasarnya  yang memiliki kegunaan / tujuan tertentu dalam pembuatan nya.

 

Pembuatan MOL dengan bahan dasar nasi basi

Nasi yang sudah basi dapat kita gunakan sebagai bahan pembuatan MOL, tentu ini sangat bermanfaat karena menggunkana bahan yang terbuang. Kegunaan dari MOL dari nasi basi adalah sebagai dekomposer dan pupuk hayati.
Adapun cara pembuatan MOL nasi basi adalah sebagai berikut :
1. Bahan
– Nasi basi (sudah berjamur) 1 kg
– Bekatul atau dedak 1 kg
– Molase/Tetes tebu atau larutan gula 1 liter
– Air 10 liter
– 50 gram terasi

2. Alat
– Ember besar
– Jerigen, ukuran +- 20L
– Selang kecil
– Botol bekas air mineral

3. Cara Pengolahan
– Campurkan semua bahan dalam ember
– Aduk semua bahan sampai merata
– masukkan bahan campuran tesebut dalam jerigen
– Lubangi bagian atas tutup jerigen hingga selang kecil bisa masuk.
– Tutup rapat jerigen dengan tutup tersebut
– Masukkan ujung selang ke dalam jerigen lewat tutup berlubang tadi
– Masukkan ujung selang yang satunya kedalam botol yang telah di isi air.
– Diamkan selama 5-9 hari
– MOL siap digunakan airnya

Jika sudah tercium bau asam seperti tape, berarti proses fermentasi sudah berhasil dan MOL nasi siap digunakan.

Setelah MOL jadi, maka penggunaannya dengan cara:
1. Sebagai pupuk organik :
300 ml MOL dicampurkan dengan 10 liter air, kemudian kocorkan pada tanaman dengan dosis 250 ml/tanaman. MOL nasi ini bisa juga langsung disemprotkan ke tanaman, akan tetapi sebaiknya jangan terkena batang dan daun (langsung semprot media tanam).

2. Sebagai dekomposer:
MOL dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1:5 (1 bagian MOL: 5 bagian air). Kemudian siramkan MOL pada bahan organik yang akan dibuat kompos.

Pembuatan MOL dengan bahan dasar bonggol pisang

Menurut penelitian yang dilakukan ahli pertanian, pada bonggo pisang terdapat beberapa hormon pertumbuhan tanaman yaitu giberelin dan sitokinin. Selain itu, pada bonggol pisang juga terdapat mikro organisme yang berguna bagi tanaman yaitu aspergilus dan azospirillium.
Adapun cara pembuatan MOL bonggol pisang adalah sebagai berikut :

1. Bahan
– Bonggol pisang 5 kg
– Gula merah 1 kg
– Air cucian beras 10 liter
(sahabat bisa kurangi jumlah bahan dengan tetap menggunakan perbandingan yang kurang lebih sama)

2. Alat
– Blender / alat tumbuk
– Jerigen, ukuran +- 20L
– Selang kecil
– Botol bekas air mineral

3. Cara Pengolahan
– Blender bonggol pisang atau lumatkan dengan alat tumbuk
– Larutkan air cucian beras dengan gula merah.
– Masukkan semua bahan ke dalam jerigen
– Lubangi bagian atas tutup jerigen hingga selang kecil bisa masuk.
– Tutup rapat jerigen dengan tutup tersebut
– Masukkan ujung selang ke dalam jerigen lewat tutup berlubang tadi
– Masukkan ujung selang yang satunya kedalam botol yang telah di isi air.
– Diamkan selama 14 hari
– MOL siap digunakan airnya

4. Cara penggunaan
1. Sebagai pupuk hayati / organik :
150 ml MOL dicampur dengan air bersih 14 liter. Semprotkan secara merata pada seluruh bagian tanaman.

2. Untuk dekomposer / pembuatan kompos:
Campurkan 1 liter MOL dengan 5 liter air, tambahkan gula merah 100 gram. aduk sampai larut dan semprotkan atau disiramkan pada bahan kompos.

Pembuatan MOL dengan bahan dasar buah maja (berenuk)

Buah maja atau berenuk hampir tidak bisa dikonsumsi karena rasanya yang cukup pahit. Tapi buah maja dapat dijadikan bahan pembuatan MOL karena memiliki zat saponin, yaitu sebagai pelindung dari serangan serangga.
Adapun cara pembuatan MOL buah maja adalah sebagai berikut :

1. Bahan
– 1 kg daging buah maja
– 2 liter air cucian beras
– 1 liter air kelapa
– 200 gram gula merah

2. Alat
– Ember besar
– Jerigen, ukuran +- 20L
– Selang kecil
– Botol bekas air mineral

3. Cara Pengolahan
– Campurkan semua bahan dalam ember
– Aduk semua bahan sampai merata
– masukkan bahan campuran tesebut dalam jerigen
– Lubangi bagian atas tutup jerigen hingga selang kecil bisa masuk.
– Tutup rapat jerigen dengan tutup tersebut
– Masukkan ujung selang ke dalam jerigen lewat tutup berlubang tadi
– Masukkan ujung selang yang satunya kedalam botol yang telah di isi air.
– Diamkan selama 14 hari
– MOL siap digunakan airnya

4. Cara penggunaan
– Sebagai pengusir lalat pada ternak sapi:
Campurkan larutan MOL dengan air dengan perbandingan 1 MOL : 20 air. Semprotkan 1x / hari pada ternak sapi dan kandang untuk mengusir lalat dan mengurangi bau menyengat kandang.
– Sebagai pestisida hayati / organik :
Campurkan 500ml – 1 liter MOL dengan 14 liter air (sesuaikan dengan umur tanaman). Semprotkan pada tanaman tiap 7-14 hari sekali.

Pembuatan MOL dengan bahan dasar ikan

Ikan memiliki berbagai jenis asam amino yang baik untuk tumbuhan. Oleh karena itu, penggunaan MOL dengan bahan dasar ikan sangat cocok sebagai nutrisi tanaman baik pada masa generatif maupun vegetatif.
Adapun cara pembuatan MOL ikan adalah sebagai berikut :

1. Bahan
– 200 gram ikan tongkol atau bandeng
– 200 gram gula pasir
– 10 gram terasi
– 2 kg dedak / bekatul
– 2 liter air tajin
– 10 liter air

*bahan bisa dikurangi dengan perbandingan kurang lebih sama
*ikan bisa diambil dari produk segar maupun limbah ikan

2. Alat
– kompor
– panci
– Jerigen, ukuran +- 20L
– Selang kecil
– Botol bekas air mineral

3. Cara Pengolahan
– Rebus ikan, cukup sampai air nya mendidih
– tiriskan ikan, tunggu sampai dingin
– giling ikan
– Campurkan semua bahan, aduk rata.
– masukkan bahan campuran tesebut dalam jerigen
– Lubangi bagian atas tutup jerigen hingga selang kecil bisa masuk.
– Tutup rapat jerigen dengan tutup tersebut
– Masukkan ujung selang ke dalam jerigen lewat tutup berlubang tadi
– Masukkan ujung selang yang satunya kedalam botol yang telah di isi air.
– Diamkan selama 15 hari
– MOL siap digunakan airnya

4. Cara penggunaan
– Sebagai pupuk hayati / organik :
Campurkan 1 liter MOL dengan 10liter air. Semprotkan ke tanaman setiap 14 hari sekali.

 

Sumber bacaan:

– Litbang pertanian propinsi Kaltim
– Litbang pertanian propinsi Lampung
– Agromedia.net
– Kompasiana.com